4 Jenis Nyamuk di Berbagai Dunia

Nyamuk adalah hewan yang paling dihindari di mana-mana. Jika sudah ada nyamuk di rumah, berbagai peralatan pembasmi pun dikeluarkan. Raket nyamuk, semprotan serangga, hingga obat nyamuk bakar. Mereka tidak disukai manusia karena bisa menyebabkan berbagai penyakit. Mulai dari yang paling ringan seperti gatal-gatal, hingga yang mematikan seperti malaria dan demam berdarah.

Tidak hanya mengganggu, serangga slot server thailand no 1 ini ternyata bisa hidup di belahan dunia mana pun, kecuali Antarktika. Dilansir dari Mosquito World, terdapat setidaknya 3.000 spesies nyamuk yang tersebar. Masing-masingnya memiliki karakteristiknya masing-masing. Berikut ini 4 jenis nyamuk yang paling umum ditemukan sehari-hari.

Mansonia

Ciri-ciri utama dari Mansonia adalah tubuhnya besar, berwarna hitam atau cokelat, dan terdapat kilauan di sayapnya. Mereka hanya bisa berkembang biak di air yang memiliki tumbuhan air, seperti danau dan rawa-rawa. Ini karena Mansonia menempelkan telurnya di sekitar tumbuhan tersebut.

Menurut penelitian dari Journal of Medical Entomology 2013, Mansonia adalah penyebab dari penularan demam rift valley baik pada hewan ternak maupun manusia. Cara mencegah pertumbuhan populasi Mansonia adalah dengan membasmi tumbuhan liar di perairan.

Toxorhynchites

Toxorhynchites dikenal juga sebagai nyamuk gajah. Tidak seperti jenis lainnya, mereka tidak membahayakan manusia maupun hewan ternak. Alih-alih, sebenarnya keberadaan mereka mengancam nyamuk lainnya.

Bagaimana tidak, Toxorhynchites hidup dengan memakan nyamuk lain terutama Aedes. Hal ini terjadi saat mereka masih rtp live berada di fase larva, sebelum tumbuh menjadi nyamuk dewasa. Setelahnya, nyamuk ini dapat hidup dengan mengonsumsi nektar.

Dari semua jenis nyamuk di atas, jenis yang paling umum ditemui di Indonesia adalah Aedes, Anopheles, Culex, dan Culiseta. Jenis lainnya bisa saja hidup di iklim tropis ini tetapi cukup jarang diketahui karena tidak memberikan pengaruh yang besar pada kehidupan kita.

Aedes

Sudah familier dengan nama ini kan? Nyamuk Aedes biasanya berkembang biak di daerah tropis karena mereka hanya bisa bertelur di cuaca yang hangat. Oleh karena itu, mereka biasanya menyerang di pagi hingga sore hari, di mana masih ada cahaya matahari. Karakteristik utama dari nyamuk Aedes adalah tubuhnya yang berbintik-bintik putih.

Nyamuk ini dapat menularkan berbagai macam penyakit. Jenis spesies yang sering kita ketahui adalah Aedes aepypti, penyebab sakit demam berdarah. Selain itu, nyamuk Aedes juga bisa menularkan penyakit zika, chikungunya, dan lain-lain.

Culex

Culex atau yang dikenal sebagai nyamuk rumahan adalah jenis yang bisa berkembang biak di air kotor. Mereka biasanya keluar saat malam hari. Dilansir dari Ecolab, sebenarnya Culex lebih sering menggigit unggas tapi tidak jarang pula menyerang manusia.

Culex betina membutuhkan darah untuk bisa memproduksi telur setiap tiga hari sekali selama masa hidupnya. Saat menggigit manusia, mereka bisa menularkan penyakit West Nile. Menurut Mayo Clinic, gejalanya adalah demam, pusing, muntah, diare, hingga ruam. Untungnya penyakit ini tidak berbahaya dan menular.